Identifikasi Standarisasi Laboratorium IPA di Salah Satu MTs Jember

Authors

  • Neny Ismiyanti IAIN Jember
  • Riva Windasari IAIN Jember
  • Andika M. S IAIN Jember
  • Vivin H.M IAIN Jember
  • Abdul Aziz IAIN Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/vektor.v2i1.24

Keywords:

Laboratory, Science Learning, Practicum

Abstract

Laboratorium sekolah yang baik harus memenuhi kelengkapan peralatan dan memperhatikan fasilitas penunjang sebagaimana yang ditetapkan oleh Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang standarisasi laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kelayakan dan optimalisasi laboratorium IPA yang terdapat di salah satu MTs yang ada di Kabupaten Jember. Penelitiaan ini berjenis  peneltian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berasal dari hasil wawancara. Sumber data primer adalah salah satu guru yang ada di MTs X dan sumber data sekunder berasal dari berbagai artikel jurnal nasional. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin. Hasil wawancara menginformasikan bahwa kegiatan praktikum yang dilaksanakan di salah satu sekolah MTs Jember masih belum terlaksana dengan baik. Peralatan yang terdapat di laboratorium MTs X bisa dikatakan lengkap, termasuk ketersediaan KIT fisika. Dari hasil data yang diperolah dapat disimpulkan bahwa laboratorium yang terdapat disekolah tersebut kurang dioptimalkan dengan baik karena beberapa hal seperti guru yang mengajar di salah satu MTs X bukan berasal dari background bidang studi IPA, kemudian sulitnya mendapatkan perizinan dari pihak yayasan untuk menggunakan laboratorium karena takut alat-alat laboratorium menjadi rusak.

Kata Kunci : laboratorium, pembelajaran IPA, praktikum

A good school laboratory must meet the completeness of equipment and pay attention to supporting facilities as stipulated by Permendiknas No. 24 of 2007 concerning laboratory standardization. The purpose of this study was to identify the feasibility and optimization of the science laboratory in one of the MTs in Jember Regency. This research is a qualitative descriptive research. The source of the data used comes from the results of interviews. The primary data source is one of the teachers in MTs X and the secondary data sources are from various national journal articles. Data collection techniques using guided free interview techniques. The results of the interview informed that the practicum activities carried out in one of the MTs Jember schools were still not carried out properly. The equipment in the MTs X laboratory can be said to be complete, including the availability of a physics KIT. From the results of the data obtained, it can be concluded that the laboratory in the school is not optimized properly because several things, such as the teacher who teaches at one MTs X is not from a science background, then it is difficult to get permission from the foundation to use the laboratory for fear of tools. -Laboratory equipment is damaged.

Keywords: science learning, laboratory, practicum.

References

Adilah, M., Setiadi, A. E., & Kahar, A. P. (2021). ANALISIS STANDARISASI LABORATORIUM BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI KOTA PONTIANAK (The Analysis of Standardization of Biology Laboratory at Senior High School in Pontianak). JURNAL ILMIAH DIDAKTIKA: Media Ilmiah Pendidikan Dan Pengajaran, 21(2), 195. https://doi.org/10.22373/jid.v21i2.5995

Alhamid, T., & Anufia, B. (1377). INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA. 68–70.

Baeti, S. N. (2015). Pembelajaran Berbasis Praktikum Bervisi Sets Untuk Meningkatkan Keterampilan Laboratorium Dan Penguasaan Kompetensi. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 8(1), 1260–1270.

Eka Novita Sari, R. S. B. A. H. (2014). Persepsi Siswa tentang Kegiatan Praktikum Biologi di Laboratorium SMA Negeri Se-Kota Jambi. Jurnal Sainmatika, 8(1), 49–59.

Marpanaji, E. D. I. A. A. B. . P. U. B. D. F. B. E. ; N. W. S. W. (2017). Optimalisasi Pengelolaan Laboratorium (Laboratory Management) untuk Meningkatkan Kinerja Pengelola dan Penggunaan Laboratorium Sekolah Menengah Kejuruan. Ppm, 11.

Maulidiyah, R., Ardi, D., Si, M., Sari, L. Y., & Pd, M. (2014). Negeri Se- Kabupaten Pasaman Barat.

Meita, N. M. (2018). Standardisasi Laboratorium IPA SMPN 3 Sumenep. PENDIPA Journal of Science Education, 2(2), 227–234. https://doi.org/10.33369/pendipa.2.3.227-234

Munarti, M., & Sutjihati, S. (2018). Standar Sarana Prasarana Laboratorium Ipa Sekolah Menengah Atas Di Wilayah Bogor. Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 56–62. https://doi.org/10.33751/pedagog.v2i1.743

Murti, S., Muhibbuddin, & Nurmaliah, C. (2014). Penerapan Pembelajaran Berbasis Praktikum Untuk Peningkatkan Kemampuan Kognitif Dan Psikomotorik Pada Perkuliahan Anatomi Tumbuhan. Jurnal Biologi Edukasi, 6(1), 1–8.

Pujani, N. M., & Selamet, K. (2020). Pengelolaan Laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam ( Ipa ) Smp Negeri 2 Singaraja. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI), 3(3), 118–129.

Rahman, M. S., & Sumenep, S. (2017). Kajian Standarisasi Sarana Prasarana Laboratorium Di Smpn 4 Sumenep. Jurnal Lensa (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 7(24), 1–12.

Subiantoro, A. W. (2014). Pentingnya Praktikum. Fmipa Uny, ipa, 1–11. http://staffnew.uny.ac.id/upload/132309690/pengabdian/PPM_PENTINGNYA+PRAKTIKUM.pdf

Published

2021-06-21

How to Cite

Ismiyanti, N., Windasari, R. ., M. S, A. ., H.M, V. ., & Aziz, A. . (2021). Identifikasi Standarisasi Laboratorium IPA di Salah Satu MTs Jember. VEKTOR: Jurnal Pendidikan IPA, 2(1), 41-48. https://doi.org/10.35719/vektor.v2i1.24